Airlangga Hartarto Digoyang Eksponen Organisasi Pendiri Partai Golkar ?

Posisi Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar mulai "digoyang" oleh internal partainya sendiri yang tergabung dalam Kelompok Penggerak Kebangkitan Partai Golkar. Airlangga dianggap tidak piawai menakhodai Golkar dan hal itu dijadikan dasar untuk menyuarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Hal diungkap sejumlah eksponen anggota organisasi pendiri Partai Golkar dalam keterangan pers di Jakarta.



Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Lawrence TP Siburian yang menjadi perwakilan pemrakarsa menilai, kepemimpinan Airlangga menjelang Pilpres belum jelas. Golkar telah mencalonkan Airlangga sebagai capres, tetapi di satu sisi elektabikitas Airlangga hanya satu persen.

Disebutkan, kini hanya tinggal PAN yang masih memungkinkan untuk berkoalisi dan membentuk poros baru dengan Golkar. Tetapi, ia tidak yakin poros baru itu akan bisa membawa kemenangan bagi Golkar.

"PAN punya 7 persen, Golkar punya 14 persen kalau digabung 21 persen. Tapi kalau ini begabung maju pasti kalah. Pasti kalah. Sejuta persen pasti kalah," kata Lawrence di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2023).

Atas salah satu pertimbangan tersebut, mereka lantas mendorong dan meminta adanya Munaslub dengan dimulai dari pelaksaan rapat pimpinan nasional atau rapimnas lebih dahulu.

Sebelumnya diberitakan, tiga ormas pendiri Partai Golkar yakni Kosgoro 1957, ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) meminta Airlangga Hartarto untuk mundur dari posisi Ketua Umum DPP Golkar.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama